Selamat Natal dan Tahun Baru, Istriku!

Mungkin aku bukan salah satu dari mereka yang malam itu meriah membawa cahaya lilin di depan dada. Bagaimanapun aku turut tergetar, dingin sendiri, demi melihat cahaya di antara gelap yang gulita. Bagaimanapun aku turut merasakan keteduhan dan harapan itu ketika dari sebuah titik tak berdaya, api yang membawa terang, diantara harap dan doa mereka yang malam itu berdiri, mulai menyentuh satu lilin. Letupan nyala pertama itu, diam-diam aku yang berdiri di luar, di dalam gelap, turut berharap tak akan padam. Sebab dari sebuah titik kecil itulah terang dimulai.

Setiap mereka yang berdiri malam itu menyadari—dari bakaran sebuah lilin kecil ini akan berbiak menjadi terang yag tak padam jika kita baik menjaganya. Jika kita membuka diri untuk damai dan terang yang mungkin diisyaratkannya.

Selamat Natal dan tahun baru, Sayang, ai louv yu.


About this entry